Penipuan Toko Online : Yhuli Elektronik

September 20, 2012 5 comments

penipuan yhuli elektronik

Tidak seperti  Toko Anugrah 45 yang terkesan amatir, toko online penipu yang satu ini (yhuli-elektronik.com) dibuat dengan cukup professional. Antara lain dengan penggunaan top level domain (TLD) dot com, template e-commerce, account member dan shopping cart.

penipuan toko online

Tapi sayang (untung), toko ini juga masih menampilkan modus standar penipu yang lagi ngetrend saat ini, yaitu kita harus mengirim sms ke nomor tertentu (085399006055 dan 083136019066) untuk mendapatkan nomor rekening Bank-nya. Kelihatannya cara ini dipakai oleh mayoritas penipu untuk melindungi informasi rekeningnya, karena bikin rekening baru prosesnya tidak segampang ganti nomor HP.

Kejanggalan lain ada pada proses transaksi. Ketika sampai pada step 5 : Metode Pembayaran, pesan error ditampilkan dengan sebuah link yang mengarah pada page “Hubungi Kami” yang lagi-lagi menampilkan alamat (palsu) dan nomor telepon (HP) penipu.

Secara SEO, toko ini hanya memiliki 1 Alexa backlink yang mengarah ke sebuah page yang berisi informasi penipuan. Jadi saya yakin bahwa ini toko penipu.

Iseng-iseng, saya mencoba untuk sms ke nomor tersebut dengan format yang diberikan, berpura-pura membeli Apple Ipad 2, dan inilah percakapan yang terjadi:

S = Saya; P = Penipu

S : (kirim sms dengan informasi palsu dengan format yang ditetapkan penipu = NAMA#ALAMAT LENGKAP#NO.KTP/SIM#TYPE BARANG#WARNA# BANK YANG DI INGINKAN)

P: Maaf kami engga ada mandiri kami ada BNI

S: Info BNI

P: Maaf kira2 kapan anda transfer soalnya kami tidak bisa tahan baran telalu lama

S: ini saya baru mau pulang kantor, sekalian nanti mampir atm, kira2 besok bisa sampai barangnya?

P: Iya besok siang 

P: BNI: a/n: ZULKARNAIN
    No,rek: 0267071284)
    Cab: batam

P: Setelah pembayaran selesai, harap langsung konfirmasi dengan Kami agar barang Kami tahan untuk dikirim soalnya stok yang ready tinggal beberapa unit.! Terima kasih

S: terimakasih, satu lagi nomor rekening penipu berhasil didapat

P: Maaf kami juga tau dan kami juga kasi rekening salah masa buaya mau di kadalin anjing

S: huahahahahha………

P: Bagaimana bos udah saya set semua no. Yang anda pergunakn jadi anda tidak bisa lagi berkutif

S: aduuuh…. jangan dooong

Malamnya, saya mampir ke ATM terdekat untuk mengecek nomor rekening yang diberikan penipu tadi, dan ternyata nomor rekeningnya valid. Jadi, sampai di rumah saya sms lagi:

S: eh zul, tadi gua cek ke atm ternyata no rekeningnya ASLI! sialan rugi 50rb deh gua….. (tentu saja saya nggak transfer beneran 50rb, cuma mau tau reaksi si penipu)

P: Maaf bos salah munkin anda salah cek

S: kamu kok bodo banget sih zul, mbok kalo mau nipu itu yang pinter dikit, biar nggak ketipu…

P: (no reply)

Ini Facebook page-nya http://id-id.facebook.com/yhuli.elektronik

Categories: Penipuan

Pilkada DKI : Foke Menang Tipis Di Kandang Sendiri

September 20, 2012 Leave a comment

Penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, baru saja selesai.

Hasil akhir di TPS tersebut, pasangan Foke-Nara berhasil menang dari pesaingnya Jokowi-Basuki, dengan selisih suara tipis.

“Bapak Fauzi- bapak Nachrowi memperoleh 118 suara. Sementara itu, Bapak Jokowi- bapak Basuki mendapat 111 suara. Tujuh angka Pak Fauzi Bowo unggul. Sedangkan satu suara dinilai tidak sah,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Soehadi, di TPS 01, Menteng, Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Dari sebanyak 334 jumlah Daftar Pemilih Tetap, ada 230 surat suara, 2 orang daftar tapi tidak ambil surat suara. Masih sisa 104 surat suara, 1 cacat, dan 103 masih utuh.

Categories: Berita, Politik

Hasil Quick Count Pilkada DKI Putaran 2

September 20, 2012 Leave a comment

quick count pilkada dki putaran 2

Apakah Jakarta akan berkumis atau kotak-kotak? Jawabannya ditentukan dari hasil Pilkada yang digelar hari ini. Pukul 13:00 siang ini, semua TPS ditutup dan penghitungan suara (quick count) dimulai.

Calon Gubernur no urut 1, Fauzi Bowo, menolak memberikan prediksi hasil pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012. Ia hanya berharap warga Jakarta dapat menentukan pilihan yang tepat untuk masa depan Jakarta.

“Prediksi apa? Kalau itu tanya ke ahli nujum bukan kepada saya,” kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, seusai menyoblos di TPS 01 Gondangdia, Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Ia menambahkan bahwa sebaiknya warga Jakarta menunggu hingga tahapan pemungutan suara selesai dan dilanjutkan dengan penghitungan suara. Untuk itu, ia meminta pada warga Jakarta untuk bersabar akan hasil Pilkada DKI Jakarta.

Pasangan Foke-Nara awalnya unggul sementara dalam quick count yang digelar MNC Media-Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Namun secara perlahan pasangan Jokowi-Ahok mulai menyalip perolehan suara Foke-Nara.

Data yang disiarkan RCTI pada Kamis (20/9/2012) pukul 13.37 WIB menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok kini memimpin dengan perolehan suara 52,74 persen. Sedangkan pasangan Foke-Nara berada di bawahnya dengan perolehan suara 47,26 persen. Total suara yang masuk baru mencapai 2,75 persen.

Sementara untuk versi Kompas, Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama untuk sementara unggul. Namun suara Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli terus mengejar.

Hingga pukul 13.46 WIB, Kamis (20/9/2012) pasangan Jokowi-Ahok unggul dengan 57,08 persen. Sementara pasangan Foke-Nara mendapat 42,92 persen.

Namun ini hanya hasil perhitungan sementara, dari 26 sampel di seluruh wilayah Jakarta. Masih ada 174 sampel lagi yang akan dihitung oleh Kompas.

Quick count versi Metro TV dan Indo Barometer mulai dihitung. Setelah TPS ditutup pukul 13.00 WIB, hitung cepat pun dimulai. Sekarang sudah ada data 3 persen yang masuk. Hasil sementara, Jokowi-Ahok mulai unggul atas Foke-Nara.

Dalam data yang tampak di Indo Barometer dan Metro TV pada Kamis (20/9/2012), angka yang terpampang di layar pukul 13.45 WIB sudah terlihat Jokowi-Ahok di angka 56,46 persen sedang Foke-Nara di angka 43,54 persen.

Hasil quick count di Metro TV dan Indo Barometer ini baru selesai pukul 17.00 WIB. Jadi angka yang ditampilkan tersebut masih sangat awal sekali. Pukul 13.00 WIB, TPS di seluruh Jakarta baru saja ditutup.

Hasil quick count ini bukan hasil resmi. KPU DKI baru akan mengumumkan hasil resmi pada 3 Oktober mendatang sekaligus menetapkan siapa pemenang di Jakarta.

Berikut adalah hasil quick count Pilkada DKI putaran 2 sampai dengan pukul 17:30 sore ini:

Kompas 
Jokowi-Ahok   : 53.08%
Foke Nara       : 46.92%

MetroTV
Jokowi-Ahok   : 54.11%
Foke Nara       : 45.89%

TVOne
Jokowi-Ahok   : 53.68%
Foke Nara       : 46.32%

Indo Barometer
Jokowi-Ahok   : 54.24%
Foke Nara       : 45.76%

LSI
Jokowi-Ahok   : 53%
Foke Nara       : 46.25%

Dari total 44 kecamatan di Jakarta, pasangan Jokowi-Ahok berjaya di 31 kecamatan. Sementara Foke-Nara menang paling telak di Kepulauan Seribu yang memiliki dua kecamatan.

Di Jakarta Barat, Jokowi-Ahok berhasil melampaui jauh perolehan suara Foke-Nara. Dari delapan kecamatan yang ada di Jakarta Barat, Jokowi menang di semua kecamatan. Di Kecamatan Grogol Petamburan misalnya, Jokowi meraih 60 persen suara, sementara Foke hanya 25 persen.

Sementara itu di Jakarta Timur, Jokowi dan Foke bersaing sengit di Kecamatan Jatinegara, Cakung, Cipayung, dan Kramat Jati. Sementara Kecamatan Ciracas, Makasar, Duren Sawit, Pasar Rebo, Pulo Gadung, dan Matraman Jokowi berhasil mengalahkan perolehan suara Foke. Kandidat nomor satu, Foke-Nara hanya menang tipis di Kecamatan Kramat Jati dan Cipayung.

Untuk Jakarta Pusat, pertarungan perebutan suara antara Foke dan Jokowi terjadi ketat di Kecamatan Senen dan Tanah Abang. Kemenangan terbesar Jokowi terjadi di Kecamatan Kemayoran, dengan jumlah suara lebih dari 30.000 sementara Foke cuma mendulang kurang dari 10.000 suara.

Dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat, pasangan Foke-Nara hanya berhasil merebut kemenangan tipis di Tanah Abang dan Johar Baru. Di Jakarta Utara, terdapat enam kecamatan. Jokowi menang telak di Penjaringan, Pademangan, Kelapa Gading, dan Tanjung Priok. Perolehan suara Foke-Nara hanya berjaya di Cilincing, sementara Koja menjadi kecamatan dengan perolehan yang ketat antara Jokowi vs Foke.

Lalu di Jakarta Selatan, tercatat Jokowi unggul di Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Pesanggrahan, dan Pasar Minggu. Sementara Foke menang di Kecamatan Mampang Prapatan, Pancoran, Tebet, Setiabudi, dan Jagakarsa.

Categories: Berita, Politik